Minggu, 03 Oktober 2010

MENGATASI HAMA WERENG COKLAT




                                                    sumber gambar: http://erlanardianarismansyah.wordpress.com/



Ledakan hama wereng terjadi di sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Karawang,bahkan sudah mengakibatkan kembalinya virus tungro /penyakit kerdil yang sudah lama tidak terjadi di Karawang.Banyak biaya yang sudah dihabiskan oleh para petani untuk mengatasinya,tetapi yang terjadi adalah sebaliknya,hama makin mengganas.Sebaiknya para petani berpikir ulang, mengapa dengan penyemprotan berbagai macam merk pestisida,masih belum dapat mengatasinya.Penyemprotan pestisida yang berlebihan menyebabkan semakin imun atau kebalnya hama tersebut.Yang terjadi di karawang adalah penggunaan pestisida kimia di atas ambang batas pemakaian yang akan dengan sendirinya meracuni tanah dan air yang ada di dalam tanah.

Kita tahu masyarakat Karawang masih banyak yang menggunakan air tanah,memang belum ada pengecekan terhadap air tanah yang digunakan,jadi belum dapat diketahui seberapa tinggi tingkat pencemarannya.Perlahan dengan pasti, kita meracuni bukan hanya diri kita sendiri,tetapi keseluruhan keluarga kita,seperti yang kita ketahui pestisida yang ada di dalam tanah dan air,tidak dapat terurai secara otomatis,harus digunakan penanganan tertentu,dengan dimasak matangpun,yang terbunuh hanya kuman,tetapi cemaran kimia masih tetap ada .

Tulisan ini dibuat atas dasar kecemasan akan masa depan masyarakat Karawang, dengan mengkonsumsi hasil tanaman dan air yang tercemar,akan menyebabkan timbulnya wabah penyakit baru.

Ada cara yang lebih arif,yang dapat ditempuh oleh para petani Karawang,dengan cara penggunaan agents hayati dan pestisida nabati,agents hayati adalah penghalau hama dengan menggunakan mikroorganisme  dan jamur yang menjadi musuh hama tersebut seperti Beauvaria sp yang efektif untuk hama wereng coklat dan walang sangit,Corynebacterium untuk mengatasi penyakit kresek.Sedangkan pestisida nabati adalah pestisida yang dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita,mudah didapat dan terjangkau harganya seperti buah berenuk,umbi gadung racun,jahe,lengkuas,sambiloto,mimba,jengkol,mengkudu,dan masih banyak lagi. Dengan penggunaan agents hayati dan pestisida nabati ini selain bertani dengan biaya rendah,kita juga tidak mencemari lahan dan air,setidaknya kita mewariskan hal-hal yang baik bagi generasi penerus kita.

Agents hayati bisa didapat di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBP-OPT) yang berlokasi di Jatisari. Agents hayati ini harganya sangat terjangkau dan efektifitasnya setara dengan pestisida kimia, dan satu lagi keunggulannya adalah dapat diperbanyak sendiri,ya betul,dibuat sendiri oleh para petani,selain caranya mudah juga dapat menekan biaya.

Berdasarkan pengalaman kami yang menggunakan agents hayati Beauvaria sp,tanaman padi kami tidak terserang hama wereng,karena bisa buat sendiri,kami dapat melakukan penyemprotan awal sebagai langkah pencegahan.Mengingat hal ini,kami menghimbau kepada para petani Karawang agar segera beralih ke produk yang aman bagi lingkungan.

Perbaikan kondisi lahan sawah dengan pemakaian pupuk kompos jerami sebagai pupuk dasar,kompos kotoran hewan sebagai pupuk tambahan,berikut pupuk cair yang kita bisa buat sendiri sekaligus pestisida buatan sendiri akan membawa hasil yang jauh lebih baik daripada yang sekarang ini.

Ada alternatif yang bagus dan baik sekaligus murah bagi para petani untuk menanam padi.
Mudah-mudahan tulisan ini  dapat disampaikan pada para petani yang dikenal,semoga petani Karawang bisa sejahtera,tidak ada yang mampu mengubah dunia tanpa keterlibatan anak muda,semoga harapan kami ini bisa tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar